dan pada akhirnya aku harus merasakan kesepianku sendiri, dulu kamu yang selalu larang aku kesana kemari bahkan saat aku pergi untuk bekerjapn kamu lansung menunjukan rasa tak senang, sekarang kamu pergi dengan temen2 kamu, kamu g tau betapa aku selalu kesepian dan taku kamu kenapa2 diluar sana.
saat aku ingin kamu didekatku, kamu kira aku ngatur2 kamu, kamu kira aku g suka kalo kamu pake2 motor ku, tapi aku berani bersumpah demi apapun sama sekali g ada terfikir dibenakku kalo aku g suka kamu pake2 barangku.
yang aku mau kamu ada denganku menghilangkan rasa sepiku.
Jumat, 28 Agustus 2015
Jumat, 21 Agustus 2015
hidupku
hidup yang malang, ntah aku yang tak bisa menjalani hidupku dg baik ato memang beginilah nasibku. masalah silih berganti menghampiriku, benarkah ini ujuian, ujian hidup apakah aku layak naik ke jenjang berikutnya ato memang ini hukuman untukku??
sakit
setelah semua yang terjadi, ini l akhirnya...
kejadian ini tak bisa disesali, tapi harus dihadapi sendiri, ini salahku dan harus aku hadapi sendiri.
selamanya akan terus begini, karna memang ini l takdirku, menghadapi dunia yang kelam ini sendiri.
ingin berbagipn tak bisa karna tak sapu orang pn yang akan mengerti akan diriku, yang orang tau aku tegar, mereka g tau seberapa rapuhnya aku.
tuhan maaf atas kesalahan yang telah aku lakukan, jangan limpahkan kesalahan ini pada orang tua, kelaurga, terutama mamak, karna ini tidak ada sangkut pautnya dengan mereka, karna ini murni kesalahanku. biarlah aku harus menderita atas kesalahanku ini.
awalnya aku g ragu lagi dengan omongan orang dengan bertemunya aku dg dy, tapi justru inilah duri yang terus menusuk samapai aku benar2 tak bernafas lagi
kejadian ini tak bisa disesali, tapi harus dihadapi sendiri, ini salahku dan harus aku hadapi sendiri.
selamanya akan terus begini, karna memang ini l takdirku, menghadapi dunia yang kelam ini sendiri.
ingin berbagipn tak bisa karna tak sapu orang pn yang akan mengerti akan diriku, yang orang tau aku tegar, mereka g tau seberapa rapuhnya aku.
tuhan maaf atas kesalahan yang telah aku lakukan, jangan limpahkan kesalahan ini pada orang tua, kelaurga, terutama mamak, karna ini tidak ada sangkut pautnya dengan mereka, karna ini murni kesalahanku. biarlah aku harus menderita atas kesalahanku ini.
awalnya aku g ragu lagi dengan omongan orang dengan bertemunya aku dg dy, tapi justru inilah duri yang terus menusuk samapai aku benar2 tak bernafas lagi
Langganan:
Komentar (Atom)